Calon Karyawan Banyak Berbohong Ketika Wawancara Kerja, Benarkah ?

Pernyataan yang cukup mengejutkan, bukan? Apakah kamu termasuk salah satunya, Bright Friends?

Pakar Grafologi Deborah Dewi, lewat femalekompas.com, mengatakan bahwa cukup banyak calon karyawan yang nggak segan berbohong saat melamar kerja. Bahkan, populasi calon karyawan yang rela berbohong mencapai angka 60%. Deborah juga menjelaskan jika aksi akal-akalan calon karyawan tersebut nyatanya justru berdampak negatif.

Ke depannya, calon karyawan yang melakukan kebohongan saat proses perekrutan dapat mengganggu kerja sama kelompok dalam perusahaan. Komunikasi pun jadi nggak kondusif dan siklus pergantian (turn over) karyawan ikut terpengaruh. Lalu, bagaimana agar perusahaan mengetahui calon karyawan berkata jujur atau berbohong? Deborah menyarankan untuk mendeteksinya melalui tulisan tangan calon karyawan yang diperiksa menggunakan forensic interview.

Sementara itu, pakar deteksi kebohongan Handoko Gani mengatakan bahwa dalam tiap percakapan nggak ada tanda pasti apakah seseorang tengah berbohong atau nggak. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk membuat modifikasi pertanyaan selama wawancara guna menggali informasi jujur dari calon karyawan.

Nah, buat para calon karyawan, perlu diingat bahwa berbohong dengan alasan apa pun tetap kurang tepat. Jangan karena menginginkan satu pekerjaan, kamu menghalalkan segala cara. Jika sampai kamu diterima bekerja kemudian kebohonganmu di awal proses perekrutan terungkap, terbayang nggak bagaimana rasa malu yang kamu hadapi nantinya? Lebih bijak dalam bertindak, ya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *