Kiprah Tanoto Scholar Association Samarinda Untuk Kesehatan Masyarakat

Apa jadinya jika sebuah bangsa tidak memiliki tingkat kesehatan yang baik? Hampir dipastikan, kemajuan negara tidak akan bisa diraih.

Hal tersebut disadari oleh para penerima salah satu beasiswa Indonesia terbaik, beasiswa Tanoto Foundation, di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka berharap untuk turut berperan dalam menyiapkan masa depan bangsa Indonesia lewat kegiatan di bidang kesehatan.

Pada 21 hingga 24 Mei 2015 lalu, para penerima beasiswa Tanoto Foundation atau yang lebih dikenal dengan panggilan Tanoto Scholars di Samarinda bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, Sekolah Menengah Kejuruan Medika Kesehatan, dan Palang Merah Indonesia Samarinda untuk menggelar aksi sosial masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Tanoto Scholar membuka area donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Masyarakat diajak untuk mau menyumbangkan darahnya karena mereka tahu bahwa stok darah di Indonesia tidak berlimpah. Belum banyak orang yang mau mendonorkannya meski manfaatnya untuk kesehatan pendonor maupun pihak yang membutuhkan begitu besar. Oleh karena itu, kegiatan donor darah akan sangat berguna bagi masa depan bangsa Indonesia.

Selain menggelar donor darah, para Tanoto Scholars juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi cek kadar gula dalam darah, asam urat, kolestrol, kadar lemak, tekanan darah, dan kadar stres. Masyarakat tidak perlu membayar untuk mengikutinya, melainkan dengan menyumbangkan satu buku bacaan saja. Nantinya buku-buku tersebut akan dimanfaatkan sebagai koleksi buku dalam kegiatan Pojok Baca yang dilakukan Tanoto Scholar Association (TSA) Samarinda di sejumlah sekolah.

TSA Samarinda mengelar kegiatan aksi sosial masyarakat semacam itu karena “dipanasi” oleh Tanoto Foundation. Mereka “panas” karena melihat kiprah pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, yang aktif membantu masyarakat di tengah kesibukannya.

“Kami banyak belajar dari semangat sosial dari Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tinah Bingei Tanoto. Dalam perjalanan hidup mereka, Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu TInah Bingei Tanoto telah membantu anak-anak yang kurang mampu untuk bisa melanjutkan sekolah sebagai bekal memperbaiki kehidupan mereka,” kisah salah seorang anggota TSA Samarinda, Khairun Nissa. “Sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation, kami didorong untuk berkontribusi kembali kepada masyarakat melalui kegiatan sosial.”

Tanoto Foundation memang tidak mau sekadar memberikan beasiswa belaka. Mereka mengajak Tanoto Scholar di mana pun untuk aktif membantu mengatasi beragam masalah di masyarakat. Hal ini dikarenakan menurut Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto, pihaknya ingin menjadikan Tanoto Scholars sebagai para pemimpin bangsa kelak kemudian hari.

Tanoto Foundation menjadikan dunia pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup sebagai fokus kegiatan. Ketiga hal tersebut diyakini sebagai cara terbaik untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Sama seperti di TSA di kota lainnya, TSA Samarinda diajak berkiprah untuk membantu Tanoto Foundation. Aksi sosial kesehatan yang mereka gelar itu adalah salah satu wujudnya sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup. Sebab, tanpa kehidupan yang bermutu, masa depan bangsa Indonesia akan sulit berkembang menjadi lebih baik.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *